Review Motor Medley S 150 ABS

Review Motor Medley S 150 ABS

Review Motor Medley S 150 ABS

Piaggio Medley S 150 ABS menjawab keperluan skuter matik premium perkotaan di Indonesia. Hadir pada semester mula 2016, skuter bermesin i-get 155,1 cc satu silinder 4 valve ini memberi nuansa baru buat peminat skuter, terutama skuter asal Italia. Jika sebelumnya Piaggio Indonesia telah menghadirkan skuter premium 150 cc lewat Vespa GTS 150, maka kali ini Piaggio Medley 150 ABS menawarkan sensasi berkendara yang berbeda. Utamanya dari sisi kenyamanan dan handling yang lebih superior.

Desain memang tergantung selera masing-masing. Namun secara keseluruhan, desain Medley ini mengingatkan pada saudaranya, Piaggio Beverly yang bermesin 330 cc dengan harga lebih dari 180 juta. Nah, dengan desain dan rancang bangun yang serupa, maka Medley ini juga mewarisi sejumlah karakter kakaknya itu. Terutama pada segi posisi duduk dan kenyamanan suspensi.

Memang, sebab satu keluarga, dapat saja terdapat anggapan Medley ini sama rasanya dengan Vespa. Eit, tidak boleh terlalu cepat menilai, lagipula memandang sebelah mata. Karena sensasi berkendara dengan Medley ini jauh berbeda. Paling terasa ialah bantingannya, lunak banget. Melewati jalan berlubang atau kena polisi istirahat sama enaknya. Hanya saja, bila berdua suspensi belakang memang sesekali terasa mentok.

Tapi bila Anda telah tahu rasanya bantingan Vespa, saya jamin bakalan kaget ketika naik Medley ini. Kayaknya, ini berkat suspensi depan teleskopik dan sepasang sokbreker belakang. Paduan suspensi tersebut juga buat skuter ini mantap dikendalikan. Dengan ban depan lebar 100 mm dan belakang 110 mm, handling terasa paling stabil. Mungkin sebab berbagi karakter yang serupa dengan saudaranya, Piaggio Beverly bermesin 330 cc. Beverly tentu lebih mantap sebab pakai ban yang lebih lebar, 110 mm depan dan 150 mm di belakang.

Urusan performa, Medley enak di putaran bawah. Pas banget bikin riding di dalam kota. Tapi, kian kencang kecepatan, tarikan nggak sekuat putaran bawah. Tarikan masih terasa kencang hingga rentang 70 dan 80 km/jam. Mesin 155 cc ini memang dapat menghela motor di atas 100 km/jam. Namun di atas terasa mengapung saja.

Yahh, Medley ini kayanya lebih enak bikin santai. Apalagi terdapat fitur Start and Stop buat bensin lumayan irit, selama 42 km buat masing-masing liter bensin dengan econo ride dan situasi jalan beragam. Fitur ini dapat diaktifkan lewat switch di kanan setang.

Meski telah pakai lampu LED bikin lampu kecil di sayap depan, lampu utama Medley rupanya belum otomatis hidup. Jadi sebelum riding, tidak boleh lupa hidupkan lampu dulu, ya. Asyiknya, di samping lampu jauh pun ada passing lamp dengan mengurangi switch ini ke bawah. Spidometer pun enak disaksikan dengan panel digital mengandung jam dan odometer. Ada pun tripmeter yang dapat direset gunakan tombol ‘MODE’ di kanan setang. Sayangnya, masih belum terdapat Multi Information Display. Untungnya, terdapat socket USB di bagasi depan, colok kabel data bikin ngecas hape, nggak akan kehabisan baterai sepanjang perjalanan.

Kelebihan
– Posisi duduk prima dengan jok lebar – Bantingan suspensi lunak dan nyaman – Fitur modern – Bagasi ekstraluas – Tarikan kecepatan rendah kuat

Kekurangan
– Tenaga putaran tinggi tidak cukup – Jok lumayan tinggi – Belum auto headlamp ON – Suspensi belakang sering mentok ketika boncengan
Spesifikasi

Mesin : 4-Tak, 155.10 cc
Transmisi : otomatis (CVT)
Sistem Bahan bakar : injeksi
0-100 km/jam : 24.0 detik

Harga Rp 44.900.000

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *