Review Motor Django

Review Motor Django

Review Motor Django

Lahir di Avenue de la Grande Armee, Paris, Prancis, Peugeot Django muncul di Indonesia Pada Agustus tahun 2014 lalu. Tampilannya yang menarik dan seksi, menganut desain retro-modern dengan buritan membulat. Disebut bahwa skuter yang muncul melalui jaringan PT Garansindo International Motors ini adalahreinkarnasi dari Peugeot S57C, skuter yang pernah diluncurkan pada 1958 silam.

Bodi memanjang dan terlihat ceper, dihiasi aksen krom nyaris di semua bodi. Mata bulat laksana bola pingpong, dipadu lampu sein LED mungil dan seakan memadukan keindahan desain retro dengan kecanggihan teknologi.

Asyiknya, Django menawarkan posisi riding yang lumayan nyaman. Reviewer yang punya postur tinggi nyaris 180 cm dan berat 65 kg dapat menapakkan kaki secara sempurna ke aspal. Tangan pun dapat menjangkau setang secara nyaman, tidak butuh sampai berada pada posisi lurus guna menjangkaunya. Ditambah jok lunak dan nyaman buat impresi kesatu tambah menggoda.

Sayangnya, tombol-tombol relatif sulit dicapai dengan jari. Untungnya, ketika memutar kunci ke posisi ON, panel indikator semi digital yang memberi infomasi lumayan lengkap langsung mengundang senyuman. Di samping spidometer dan odometer, terdapat tripmeter, fuelmeter, suhu udara, tuntunan tegangan aki serta pengingat masa-masa servis. Warna indikator pun cerah sehingga gampang dilihat. Tambah komplet, lampu hazard muncul sebagai peranti standar.

Akomodasi juga maksimal dengan tersedianya dua konsol. Konsol kiri menjadi lokasi lubang tangki bahan bakar, sedang yang kanan ada lokasi penyimpanan serbaguna. Bisa menampung smartphone menyeluruh dengan socket kelistrikan 12 V guna charging. Di samping itu, ada pun bagasi yang lumayan lega di bawah jok yang dapat memuat helm half face. Sedang jok belakang Django tipe Sport ini terpisah. Tapi tenang dapat digonta-ganti, inginkan single seat atau ada pun aksesori jok pembonceng.

Di sejumlah negara, Django dibekali mesin 125 cc. Namun Indonesia sama laksana pasar Inggris, terdapat mesin 150 cc. Saat tombol electric starter ditekan, suara halus langsung menyapa. Minim getaran, bahkan ketika selongsong gas mulai diputar. Mesin ini lumayan sederhana, SOHC tanpa radiator tapi telah fuel injection yang meluapkan tenaga 11,1 dk.

Saat disuruh berkeliling kota, sokbreaker depan model teleskopik depan dan monosok di belakang dapat meredam jalan bergelombang dengan halus. Sedikit bertolak belakang dengan suspensi depan skuter Italia pesaingnya yang mengandalkan lengan ayun. Pelek ring 12 inci dengan lebar 3.50 inci di kedua roda, dibungkus ban berukuran 120/70-12 buat mantap ketika melahap tikungan. Tapi sayang, saking cepernya, jarak antara knalpot dan aspal paling dekat. Perlu berhati-hati, rebah sedikit dapat ‘gesrot’.

Saat situasi jalan sepi, selongsong gas juga perlahan namun kian dalam. Karakter tenaga Django tergolong halus, tidak langsung dapat berlari kencang. Efeknya, putaran bawah terasa tidak cukup agresif. Tapi ketika putaran tengah dan atas, tenaga mulai terasa. Pengukuran dengan Racelogic Performance Box, terdaftar untuk jarak 201 meter, dapat ditempuh dalam masa-masa 13,4 detik. Lalu akselerasi 0 sampai 90 km/jam dalam 24,9 detik. Sayangnya, top speed terdaftar tidak hingga 100 km/jam.

Secara keseluruhan, Django lumayan nyaman guna perjalanan jarak menengah dan jauh dengan situasi lalu lintas yang lumayan lengang. Terlebih, karakter suspensi yang lembut menciptakan tak menciptakan rider cepat lelah. Tapi tidak boleh harapkan dapat agresif di tengah kemacetan, karena entakan tenaga tidak cukup lincah bikin stop and go.

Kelebihan
– Desain unik – Banyak fitur modern – Suspensi nyaman – Jok lunak dan lebar – Banyak opsi warna

Kekurangan
– Tenaga tidak cukup terutama putaran bawah – Ground clearance rendah – Kurang lincah ketika macet

Spesifikasi
Mesin : 4-Tak, 150.60 cc
Transmisi : otomatis (CVT)
Sistem Bahan bakar : injeksi

Harga Rp 39.900.000

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *