Mobil Daihatsu Produksi 2021 Sudah Dilengkapi APAR

Mobil Daihatsu Produksi 2021 Sudah Dilengkapi APAR

Mobil Daihatsu Produksi 2021 Sudah Dilengkapi APAR

Para agen pemegang merk (APM) kendaraan roda empat menjadi mengikuti ketetapan perihal pemanfaatan alat pemadam api gampang (APAR). Seperti termasuk Daihatsu. Mulai Januari 2021 lalu, Daihatsu telah melengkapi semua line up mobilnya bersama dengan perangkat APAR.

Daihatsu letakkan APAR terhadap bracket di posisi bawah bangku penumpang depan. Perangkat ini diberikan terhadap semua model kendaraannya untuk model kendaraan penumpang dan komersil. Posisi peletakkan terhadap daerah ini dipertimbangkan dikarenakan gampang dijangkau oleh penumpang, maupun pengemudi, sehingga gampang digunakan saat dibutuhkan, tetapi selamanya mengimbuhkan kenyamanan bagi penumpang di depan.

Marketing Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan sarana APAR ini seiring bersama dengan ketetapan pemerintah yang tertuang melalui Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020, perihal sarana tanggap darurat kendaraan bermotor, demi menambah faktor keamanan sebuah kendaraan bagi penggunanya.

“Tujuan pemberikan APAR kepada semua unit model dan varian Daihatsu sehingga dapat mengimbuhkan perasaan yang lebih aman dan nyaman, sehingga pelanggan lebih tenang pas berkendara. Karena bagi Daihatsu, keamanan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama,” katanya.

Pada semua mobil Daihatsu, fitur APAR yang disematkan termasuk telah bersertifikat SNI dan berisikan dry chemical powder yang dapat menutup permukaan yang terbakar api bersama dengan cepat, dan tidak menyebabkan dampak terhadap sistem kelistrikan di daerah sekitarnya.

Selain itu, APAR yang digunakan Daihatsu termasuk aman dan tidak beracun, serta miliki jaman berlaku atau jangka pas gunakan sampai 8 th. sebelum akan dibuka. Model APAR yang digunakan ini dapat menanggulangi bermacam macam kebakaran terhadap kendaraan. Mulai berasal dari kebakaran terhadap benda padat non logam layaknya kertas, kain, plastik, dan kayu; kebakaran baik terhadap cairan, gas, maupun uap yang gampang terbakar; serta kebakaran terhadap benda kelistrikan.

Penggunaan APAR
Aturan perihal APAR terhadap kendaraan ini telah disahkan terhadap 18 Februari 2020 lalu. Keberadaan APAR ini sebagai perlindungan pertama pas terjadinya kecelakaan kebakaran yang menimpa mobil. Dengan ada alat pemadam portabel tersebut diharapkan dapat menghindar timbulnya korban jiwa yang disebabkan mobil terbakar.

Nah, bagaimana langkah penggunaannya? Tentu saja alat itu bukan sekedar mencukupi ketetapan atau aksesories saja. Pemilik mobil termasuk kudu paham bagaimana langkah gunakan APAR tersebut sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk memadamkan kebakaran mobil.

Berdasar surat edaran Dirjen Perhubungan Darat. Fasilitas tanggap darurat yang berbentuk APAR kudu ditempatkan terhadap daerah yang dapat dijangkau oleh pengemudi atau penumpang. Kemudian kemasan produk gampang dibuka maupun dioperasikan terhadap pas tersedia indikasi kebakaran. Serta kudu tersedia Info tata langkah pemanfaatan alat yang gampang dibaca.

Penempatan alat tanggap darurat di dalam kendaraan tak boleh sembarangan. Jangan sampai tambah membahayakan penghuni kabin. Misal di bawah jok pengemudi, tetapi tidak dikaitkan bersama dengan baik. Sehingga berpotensi terlepas sampai menggelinding ke daerah pedal. Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) menjelaskan. ”Penempatan APAR kudu sesuai bersama dengan faktor kemudahan dalam menjangkau. Lalu aman terlindungi berasal dari matahari maupun jangkauan anak-anak. Kemdian wujud kudu ringkas atau tidak makan tempat,” ucap dia.

Kunjungi Juga : Berita Terupdate Masa Kini

Menurut Sony, lokasi paling ideal ialah di bawah jok penumpang atau kabin belakang. Misal bila mobil Anda berbentuk MPV atau bertubuh mengotak. Atau dapat termasuk di bawah glove box. Asal terpasang kencang. Tak kudu risau untuk disimpan lama. Tabung APAR relatif aman untuk ditempatkan di kabin selama tidak terpapar matahari atau terjemur. “Itulah kenapa penempatannya kudu tersembunyi. Tetapi kudu gampang dijangkau,” imbuhnya.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *