Meski Sudah Di Suntik Mati, Populasi Honda Freed Justru Tumbuh

Meski Sudah Di Suntik Mati, Populasi Honda Freed Justru Tumbuh

Meski udah tak ulang dipasarkan di Indonesia atau udah suntik mati, tapi nyatanya populasi Honda Freed justru tumbuh melalui komunitas penggunanya. Salah satunya loyalis yang tergabung dalam Honda Freed Owner Indonesia dengan kata lain Hofos. Berdiri sejak 2009, komunitas ini justru tetap berkembang hingga sekarang, lebih-lebih jumlah anggota tetap bertambah hingga kini berada di kisaran 3.000 orang secara nasional.

Meski Sudah Di Suntik Mati, Populasi Honda Freed Justru Tumbuh

Lantas bagaimana senang dukanya menggunakan mobil yang udah di discontinue tersebut.Pasang Bola Mejawab hal ini Samlaw selaku Pengurus Pusat Divisi Kegiatan Hofos, mengatakan banyak hal positif yang didapat bersama join dalam komunitas meski notabennya mobil yang digunakan tak ulang dijual di Indonesia.

“Banyak sekali hal positif yang aku dan rekan-rekan bisa dalam komunitas, justru bersama komunitas kita tidak merasa sekiranya Freed yang kita menggunakan ini udah discontinue. Intinya, meski mobilnya udah tak ada barunya, tapi kita tetap mendapat banyak kemudahan, merasa berasal dari persoalan tehnis soal kendaraan, hingga hal-hal lain,” ucap Sam kala dihububungi Kompas.com, Kamis (1/8/2019).

1/8/2019). Baca juga: Mobil Suntik Mati yang Laris di Pasar Mobil Bekas Menurut Sam, komunitas jadi tidak benar satu wadah yang paling pas bagi pengagum mobil yang tak ulang dipasarkan di Tanah Air seperti halnya Freed. Selain bisa dijadikan ajang bersosialisasi, dalam komunitas masalah-masalah seputar kendaraan pun terpecahkan. Bahkan dalam urusan tehnis dan perawatan,

Hofos tidak cemas mengenai ketersediaan suku cadang. Selain dikarenakan berasal dari pihak pabrikan, yaitu PT Honda Prospect Motor (HPM) masih menyedikan, Hofos sendiri udah punyai sebagian jaringan spesifik yang bisa mengatasi persoalan tehnis yang dialami Freed.

Untuk suku cadang kita tidak khawatir, HPM terhitung masih sediakan. Tapi dalam komunitas kita terhitung ada rujukan jaringan bengkel yang spesialis yang bisa mengatasi persoalan Freed, lebih-lebih hingga soal modifikasi,” ucap Sam.

“Member yang join terhitung bisa keuntungan lebih seperti diskon perawatan hingga suku cadang, lebih-lebih harga menjual mobil bisa lebih tinggi dikarenakan diambil oleh rekanan member lain yang udah mengerti kondisi barangnya, jadi sebetulnya tak jadi masalah, kita pengguna Freed tetap solid meskipun mobil tak ulang dipasarkan,” ucap Sam.

Meski demikian, Sam mengatakan sebetulnya sebagai besar anggota Hofos berharap sekiranya HPM ulang memasukan Freed generasi baru ke Indonesia. Selain dikarenakan banyak yang menantikan style baru, bersama ada Freed baru otomatis populasinya akan jadi berkembang.

“Kita sih tetap minta, tapi hingga saat ini sebetulnya belum ada tanggapan positif. Mungkin berasal dari pihak pabrikan lebih cenderung membayangkan usaha dikarenakan harganya kala masuk Indonesia tentu akan lebih tinggi,” kata Sam.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *