Makin Hari Mahindra Thar Tembus Order Dunia

Makin Hari Mahindra Thar Tembus Order Dunia

Mahindra & Mahindra (M&M), menunjukkan bahwa mereka kebanjiran Bandar Taruhan pesanan mobil sport utility vehicle (SUV) Mahindra Thar yang capai lebih dari 20 ribu unit sejak dirilis sebulan lalu pada 2 Oktober 2020.

Membludaknya pesanan Thar, membawa dampak pembeli kudu tunggu lebih lama untuk beroleh Thar yaitu bersama dengan inden (daftar tunggu) selama tujuh bulan.

Untuk menyiasati penumpukan pesanan, perusahaan juga tingkatkan kapasitas memproses Thar dari 2.000 unit menjadi 3.000 unit mobil per bulan.

“Kami kewalahan menanggapi pesanan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang udah dihimpun oleh Thar baru ini,” kata Veejay Nakra, kepala eksekutif divisi otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, dilansir Economic Times pada Jumat, 6 November 2020.

Produsen mobil asal India itu menyatakan, mobil yang laris dipesan adalah Thar model Hard Top Automatic, tanpa merinci berapa komposisi jumlahnya.

“Saya kudu mengakui bahwa responnya udah melampaui harapan dan kapasitas memproses kami. Karena itu, daftar tunggu Thar baru dapat lebih lama dari yang diharapkan,” kata dia.

“Kami memiliki rencana tingkatkan berkapasitas dari 2.000 kendaraan sebulan menuju 3.000 pada bulan Januari. Ini dapat menunjang kita turunkan kala tunggu ke kala yang wajar,” katanya.

Mahindra pada bulan lalu memberitakan harga menjual mobil Thar seharga 9,80 lakh rupee (Rp199 juta) hingga 12,49 lakh rupee (Rp253 juta) untuk varian tertinggi.

Kendati tampilannya agak mirip, tetapi harga Thar jauh di bawah Jeep Wrangler buatan Amerika yang dijual di atas Rp1 miliar.

Mahindra Thar tersedia dalam dua opsi mesin yaitu diesel 2.200 cc dan bensin 2.000cc. Keduanya sama-sama menawarkan transmisi 6 kecepatan manual atau 6 kecepatan otomatis.

Fenomena larisnya Mahindra Thar ini mengingatkan sosok Suzuki Jimny yang di Indonesia daftar inden (pemesanan) capai tahunan. Mahindra juga memasarkan produknya di Indonesia tetapi baru model pikap. Mungkin saja Mahindra Thar diboyong ke Indonesia suatu kala nanti.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *