Kemenperin Menyusun Peraturan Standar Proses Yang Baik Untuk Ban vulkanisir,

Kemenperin Menyusun Peraturan Standar Proses Yang Baik Untuk Ban vulkanisir,

Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) sedang menyusun peraturan standar proses memproses yang baik untuk ban vulkanisir, atau good manufacturing practicel (GMP). Nantinya memproses ban vulkanisir wajib beroleh Standar Nasinonal Indonesia dengan kata lain SNI.

Kemenperin Menyusun Peraturan Standar Proses Yang Baik Untuk Ban vulkanisir,

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pegembangan Industri (BPPI) Kemenperin,Taruhan Bola Ngakan Timur Antara, adanya GMP punya tujuan untuk memelihara kelangsungan industri ban vulkanisir didalam negeri sekaligus meyakinkan product safe bagi konsumen.

“Kami akan berlakukan SNI secara wajib untuk ban vulkanisir. Selama ini penerapan SNI ban vulkanisir masih berbentuk sukarela. Kami sangat percaya penerapan standar pada proses memproses ban vulkanisir sanggup menunjang kegiatan bisnis yang lebih dari satu besar adalah pelaku industri kecil dan menegah (IKM),” ucap Ngakan, didalam info formal Kemenperin, Senin (29/7/2019).

Lebih lanjut Ngakan menjelaskan, jikalau penerapan SNI wajib merupakan anggota berasal dari Program Nasional Regulasi Teknis (PNRT) tahun 2018-2019, yang tunjukkan SNI 3768-2013 (vulkanisir ban mobil penumpang dan komersial) termasuk salah satu berasal dari 57 SNI yang wajib. SNI ini berisikan SNI 0098:2012 ( ban mobil penumpang), SNI 0099:2012 (ban truk dan bus), SNI 0100:2012 (ban truk ringan) dan juga SNI 0101:2012 (ban sepeda motor).

Dari aspek bisnis, Ngakan menyebutkan industri ban vulkanisi didalam negeri masih benar-benar prospektif. Kondisi ini lantaran produk-produknya masih banyak digunakan pada kendaraan komersial seperti mobil penumpang, truk, dan bus. Apalagi secara harga jual termasuk lebih murah dan menjadi energi tarik bagi konsumen untuk memilih ban vulkanisir.

Merujuk pada data Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI), industri ban vulkanisir Indonesia sanggup beri tambahan kontribusi pada perekonomian nasional sampai Rp 36,3 miliar per tahun. Berikutnya, memproses ban vulkanisir pada tahun 2017 mencapai 20,48 juta unit atau meningkat 2,95 prosen berasal dari memproses 2016 sebanyak 19,9 juta unit.

Adapun, memproses 2016 naik 4,97 prosen dibanding memproses di 2015 sebanyak 18.956 juta unit. “Sebab itu, quality control wajib diperhatikan didalam proses vulkanisir ban, supaya kualitasnya terjaga untuk memelihara kesehatan dan keselamatan pengguna,” kata Ngakan.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *