Honda Jazz Lawan Kodrat buat Off Road

Honda Jazz sejatinya city car dengan jarak mobil dampingi tanah yang sesuai di rute perkotaan. Tetapi dalam bumi perubahan, Honda Jazz pula dapat dimodifikasi jadi mobil off- road, loh.

Betul, perubahan itu dicoba oleh seseorang laki- laki asal Filipina, Jefferson Palma. Ia merombak Jazz tahun 2015 kepunyaannya buat dapat bertualang di alam leluasa.

Ok, pergantian apa saja yang terjalin pada Honda Jazz off- road ini?

Pasti, buat mendukung kegiatan outdoor semacam menerabas jalur becek, pasir, serta berbatuan zona kaki- kaki jadi perihal penting.

Mengambil The Drive, Selasa( 21 atau 7 atau 2020) Honda Jazz off- road ini telah dibekali ban serta pelek lebih besar dari aslinya. Palma mengubah dengan pelek berdimensi 16 inci serta luas 8, 25 inci. Tidak kurang ingat disampul ban pacul berdimensi 245 atau 75 lansiran Kenda Klever.

Sedangkan buat membuat besar ground clearance, Lift- kit 2, 5 inci disematkan ke interupsi depan, serta 4 inci di balik.

Tetapi perkaranya, kaki- kaki spesialnya dengan pemakaian ban besar tidak langsung ngeklik dengan mobil. Palma juga wajib sedikit memodifikasi fender, serta bemper depan, supaya ban dapat memuat pada mobil.

Buat mendukung opini mobil off- road, terdapat sebagian perlengkapan bonus melekat pada Jazz ini. Di antara lain lampu awan bundar, winch- untuk menarik mobil dikala terperosok-, berlebihan fender lansiran Jeep Cheeroke, serta pipa snorkel besutan Land Cruiser.

Sedangkan pada bagian balik, terdapat dudukan ban persediaan, tow hitch( cantelan buat belok mobil), antena pelengkap tanda, serta 2 jerigen kecil.

Sedangkan bagian asbes, Honda Jazz off- road ini memakai roof rack buat menaikkan kapasitas benda. Dengan bermacam berbagai perlengkapan yang melekat di mobil. Opini mobil perkotaan seakan pudar betul, detikers?

Dari zona mesin, Honda Jazz off- road ini tidak dituturkan hadapi pergantian. Bila begitu, sedang memakai mobil berpenggerak cakra depan dengan mesin gasolin 1. 5 liter. Palma mengatakan perubahan mobilnya ini hendak lalu berjalan serta hadapi penyempurnaan. Gimana bagi detikers, aksi tidak?

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *