4 Produsen Otomotif Jepang Siap Tambah Investasi di Indonesia Triliunan Rupiah

4 Produsen Otomotif Jepang Siap Tambah Investasi di Indonesia Triliunan Rupiah

4 Produsen Otomotif Jepang Siap Tambah Investasi di Indonesia Triliunan Rupiah

Kucuran dana segar siap ditanam empat pabrikan otomotif raksasa Jepang di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di dalam kunjungan kerja di Negeri Matahari Terbit. Ia lakukan lebih dari satu pertemuan bersama dengan pelaku industri roda empat, petrokimia, asosiasi pengusaha, dan juga pemerintah Jepang. Hasilnya, produsen mobil besar siap tambah investasi di Tanah Air hingga triliunan rupiah.
Pasang Bola
Agus Gumiwang menuturkan, berasal dari pertemuan bersama dengan prinsipal Honda Motor Company.Ltd. Perusahaan berlogo H tegak ini berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp 5,2 triliun. Sementara itu, Suzuki Motor Corporation merencanakan suntik dana Rp 1,2 triliun. Adapun Toyota Motor Corporation merealisasikan investasi yang telah ada untuk kendaraan elektrifikasi. Yaitu kira-kira Rp 28 triliun. Kemudian, Mitsubishi Motors Corporation menyampaikan rancangan investasi Rp 11,2 triliun untuk bikin fasilitas memproduksi kendaraan hybrid.

Honda
“Investasi Honda juga untuk pengembangan kendaraan tipe baru. Honda juga memiliki komitmen untuk ekspansi pengembangan ekspor komponen. Yakni kendaraan yang diproduksi di Indonesia sebagai bagian international supply chain bagi sembilan negara. Di antaranya, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia dan Jepang sendiri,” sebut Menperin AGK. Namun ia tidak menjelaskan tipe yang dimaksud.

Dari penjelasan Menperin, Honda juga akan memindahkan fasilitas memproduksi yang ada di India ke Indonesia. Sekaligus berkomitmen untuk lakukan pengambangan mobil listrik di Tanah Air. Kemudian perusahaan siap membuka pasar ekspor negara tujuan baru seperti Afrika Selatan, Meksiko, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Mereka mengembangkan kendaraan bermotor tipe baru yang siap diproduksi di sini. Kemudian diekspor ke-31 negara.

Suzuki
Lalu kucuran dana segar dilakukan Suzuki di Indonesia sebesar Rp 1,2 triliun. Uang itu digunakan untuk jadi basis pengembangan produk macam MPV Ertiga dan juga SUV XL7. Mobil tujuh penumpang keluarga itu akan dibesut sebagai tipe kendaraan mild hybrid bersama dengan teknologi integrated starter generator (ISG). Model-model ini juga disiapkan sebagai tujuan ekspor bagi pasar Asia maupun Amerika Latin. Perusahaan ini telah memiliki roadmap mobil listrik (EV). Dan menyampaikan kalau insentif berasal dari kebijakan pemerintah amat diperlukan untuk menambah memproduksi kendaraan berdaya setrum.

Toyota
Menperin menjelaskan, pertemuan bersama dengan Toyota memperkuat komitmen penanaman modal. Khususnya sebagai perusahaan paling besar berinvetasi sejak lakukan kesibukan usaha di Indonesia. “Toyota tetap bersama dengan komitmen investasi senilai Rp 28 triliun. Mereka juga memberikan komitmen memperluas pasar ekspor. Dari 80 negara yang sekarang telah jadi pasar ekspor. Kemdian akan dikembangkan jadi 100 negara terhadap 2024,” jelas AGK.

Pada hari ke dua di Jepang, ia juga tak lupa melobi Mazda Motor Corporation untuk membangun pabrik di Indonesia. Agus merayu mereka bersama dengan menyampaikan beraneka kemudahan investasi. Termasuk banyak insentif bagi pemodal otomotif baru di Indonesia. “Kami konsisten mendorong supaya mereka langsung lakukan investasi dan membangun fasilitas memproduksi di Tanah Air. Mereka langsung perhitungkan dan perhitungkan untuk kebutuhan investasi di nusantara. Mudah-mudahan nanti terhadap kunjungan kami setelah itu terhadap bulan Mei 2021. Dapat mendengar pertumbuhan berasal dari Mazda untuk berinvestasi di sini,” akunya.

Mitsubishi
Tak kalah berasal dari pabrikan Jepang lain. Mitsubishi berkomitmen menambah investasi sebesar Rp 11,2 triliun hingga akhir th. 2025 bersama dengan proyeksi terjadi peningkatan kapasitas produksi. Dari 220 ribu jadi 250 ribu unit. Mereka mengagendakan mengembangkan dua tipe mobil electric vehicle (EV) seperti Xpander Hybrid dan Outander PHEV (plug-in hybrid electric vehicle).

Nah, di dalam pertemuan bersama dengan para prinsipal di Jepang. Menperin turut menyampaikan kemudahan dan fasilitas untuk menambah ekspor produk kendaraan bermotor, berasal dari Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Lokasi pengapalan ini diluncurkan awal (soft launching) oleh Presiden RI terhadap Desember 2020. Pelabuhan Patimban didedikasikan jadi hub besar di dalam memproduksi kendaraan bermotor domestik. Juga ekspor produk otomotif ke pasar global.

Jadi, pelaku industri otomotif bisa memanfaatkan Pelabuhan Patimban sebagai mitra strategis. Baik di dalam kesibukan bongkar muat barang maupun ekspor-impor. Sehingga bisa jadi keliru satu pusat perdagangan internasional. Selanjutnya soal kebijakan pemerintah di sektor otomotif. Agus memaparkan program dan proyek baru. Beberapa di antaranya Undang-undang Cipta Kerja, subtitusi impor, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), proyek Bintuni dan Patimban.

Anjang sana Menperin berasal dari Negeri Sakura, mempunyai “oleh-oleh” bersifat penguatan investasi lama. Termasuk komitmen penanaman modal baru di sektor otomotif sebesar puluhan triliun rupiah. “Pertemuan terjadi bersama dengan baik dan mempunyai kabar gembira. Karena lebih dari satu perusahaan otomotif besar dan petrokimia menyatakan komitmen berinvestasi di Indonesia,” paparnya.

METI
Selain itu, Menperin juga bersua bersama dengan Minister of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Kajiyama Hiroshi. Pada perjumpaan itu, mereka membahas terkait interaksi diplomatik ke dua negara. Khususnya di dalam perihal program kerjasama New MIDEC di bawah kerangka kerjasama bilateral IJEPA. Menteri METI mengapresiasi UU Cipta Kerja dan kebijakan relaksasi PPnBM mobil baru. Di samping itu, kementerian memanfaatkan peluang ini meminta pemerintah Jepang supaya bisa mendorong kepada perusahaan-perusahan Jepang. Agar mereka bisa menyaksikan Indonesia sebagai negara tujuan invetasi yang amat baik.

Kunjungi Juga : Berita Terupdate Masa Kini

Usai bersua METI, Menperin juga lakukan meeting bersama dengan Minister of State of Economic and Fiscal Policy, Nishimura Yasutoshi. Keduanya merupakan kawan akrab lama sebelum akan bertugas sebagai menteri di negara masing-masing. Nishimura bertanggung jawab terhadap lebih dari satu sektor. Di antaranya penanganan Covid-19, revitalisasi ekonomi, reformasi social security, dan juga Trans-Pacific Partnership.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *